sejarah
Hari ini Kamis tanggal 09 September: pada tahun 1927 Abdul Muis, penulis, lahir
HALAMAN UTAMA
HUBUNGI KAMI
ENGLISH VERS.
MINANG KABAU
BUKU TAMU
BAGALANGGANG
  • Lhk Tnh Data[7-76]
  • Lhk Agam[2-73]
  • Lhk 50 Koto[5-76]
  • Pasaman[0-30]
  • Pasaman Brt[1-19]
  • Pesisir Sltn[0-36]
  • Sijunjuang[1-45]
  • Dharmasraya[0-21]
  • Solok[0-75]
  • Solok Selatan[0-13]
  • Pdg Pariaman[0-46]
  • Kt Bukit Tinggi[0-5]
  • Kt Padang[0-22]
  • Kt Pdg Panjang[0-4]
  • Kt Payakumbuh[0-7]
  • Kt Pariaman[0-9]
  • Kt Swh Lunto[0-14]
  • Kt Solok[0-1]
  • Surat Gubernur
  • PESAN ADMIN
    1. Sebelum tersedia dana pembangunan nagari saiber, maka para promotor sebaiknya membangun nagarinya masing-masing di server situs gratis, misalnya di zymic.com.
    Hal ini untuk menindaklanjuti surat Gubernur kepada Rektor PT, dan anak-nagari Minangkabau.

    2. Webmaster-Admin (65 th.) bersedia memberi petunjuk gratis cara pembuatan situs semacam itu kepada anak-kemenakan.

    3. Akan lebih baik lagi, apabila pembuatan situs semacam ini, dikerjakan bersama-sama oleh para anak nagari di kota-kota besar yang memiliki fasilitas-akses warnet yang cepat.

    4. Waktu bagi anak-anak muda, tak boleh dibuang percuma hanya karena 'sedang gilo maliek baruak barayun' di panggung-panggung hiburan, di televisi dan di mal-mal.

    5. Kemajuan tehnologi informasi, tak pernah menunggu orang muda! Kita akan semakin jauh tertinggal, tak lagi duduak samo randah, tagak samo tinggi dengan masyarakat dunia lainnya, apabila tidak dimulai dari sekarang.

  • Calon Promotor
  • Masalah Besar I
  • Masalah Besar II
  • Malu indak dibagi
  • Asalnya Masalah
  • Agenda Kita
  • Nan Berprestasi

  • Batuka pandapek dgn urang nan didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang:

  • Gubernur SB: Waktu dalam konfirmasi !

  • L.K.A.A.M - S.B
    Minggu pertama, malam pk. 20.00 - 22.00 setiap bulan atau konfirmasi ke: 0812 661 6986

  • Ketua DPRD Sumbar: Waktu dlm konfirmasi !
  • Bakirim email unt. Mamak:
  • di LKAAM
  • di DPRD
  • di DPD

  • GURITIAK dari PALANTA MAK SATI
  • Nagari dan Teori Fisika Kuantum - 3169
  • Pariwisata, Hotel, Cafe dan Pelacur - 9010
  • RPJP Sumbar dan Luhak nan Tigo - 4839
  • BUDAYA MINANGKABAU MENYERAP KEMAJUAN DAN IPTEK - 7107
  • Aso, asa, asal dan Esa - 4016
  • Kemiskinan di nagari - 4992
  • Paradigma Minang-Kabau untuk pembangunan Sumbar - 4579
  • pil Kada - 3647
  • Peto ta ajan utak - 3756
  • Surek untuak Mamak: Pengemis jalanan ! - 4329
    Lihat Judul-judul Guritiak lainnya
  • Sabai & Mangkutak & JilaAtang di jaman Digital (Wisran Hadi)
  • Orang Minang
  • Paham di nan Duo
  • Cupak nan Duo
  • Alexander the Great
  • Takana jo kawan!
  • Penyumbang situs
  • Toko Buku UNP

  • Download
    Konggres Kebudayaan MK 8 - 10 Agustus 2010
  • Telah dibaca oleh: 1736 orang.

    Tindak Lanjut Rekomendasi WSIS

    Dikarang oleh : Abraham Ilyas

    Peranan Gebu Minang dalam mendukung otonomi nagari (Minangkabau) melalui internet

    Peranan Gebu Minang dalam mendukung otonomi nagari (Minangkabau) melalui internet

     

    Membangun infrastruktur komunikasi multimedia di antara sesama anak-nagari melalui situs komunitas www.nagari.org

     

    Istilah-istilah:

     

    Infra struktur komunikasi multimedia

    meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Makalah ini hanya terbatas pada perangkat lunak saja

    Nagari

    kesatuan masyarakat hukum adat dalam Daerah Propinsi Sumatera Barat yang terdiri dari himpunan beberapa Suku yang mempunyai wilayah yang tertentu batas-batasnya, mempunyai harta kekayaan sendiri , berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya dan memilih pimpinan pemerintahannya

    Saiber

     

    Istilah ini sudah umum dipakai di dalam internet. Arti sebenarnya; Cyber (n) science of control and communications in animals and machines (Oxford)

    Internet

     

    Inter networking, jaringan komunikasi di antara komputer-komputer di seluruh dunia. Dalam hal ini komputer merupakan alat bantu untuk mengolah sekaligus mewakili/menampilkan ekspresi manusia

    Situs

    Website, kumpulan lembaran-lembaran informasi tentang sesuatu yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

    Di antara sesama situs ini bisa dibuat hubungan (link) antara satu dengan lainnya

    Homepage

    adalah lembaran pertama yang terlihat ketika kita membuka sebuah situs

    Situs komunitas

    Community website, jaringan komunikasi menggunakan situs internet di antara sesama kelompok/anggota masyarakat. Situs-situs anggota atau kelompok masyarakat ini secara bersama-sama menggunakan "satu database" yang dipakai bersama-sama untuk menampilkan diri/kelompoknya.

    Sifat komunitas ini dilandasi oleh budaya Minangkabau, yang selalu menyeimbangkan di antara kepentingan pribadi dengan kepentingan kelompok atau antara kepentingan kelompok lebih kecil dengan kelompok yang lebih besar yang mengacu kepada ungkapan peribahasa/ nan Duo: babiliak ketek jo babiliak gadang.

    Penggunaan satu database juga bertujuan untuk memudahkan akses lembaran-lembaran informasi yang hendak ditampilkan dan mengurangi tersesatnya netter ke situs lainnya yang tidak diperlukan ketika mengakses internet.

    Sedangkan pada situs pribadi, situs perusahaan/pemerintahan (pemda), umumnya mereka menggunakan database sendiri-sendiri; dengan demikian mereka tak ada ikatan satu dengan lainnya (di sini hubungan antar sesama situs/daerah bisa diputus sewaktu-waktu)

    www

    World Wide Web = Jaringan Jagat Jembar = Jaringan komunikasi dunia manyarupoi susunan banang-banang Jalo

     

    .

    Tujuan Gebu Minang

    Untuk memberantas kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan dengan cara meningkatkan taraf hidup dan kualitas hidup masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Sumatera Barat dan perantau Minang pada khususnya (ps. 4)

     

    Masalah-masalah

    1. Kekaburan pemahaman/pengunaan istilah-istilah yang digunakan oleh masyarakat. Kekaburan istilah ini berakibat tidak fokusnya program-program yang dibuat. Siapa bertanggung-jawab apa menjadi tidak jelas! Ibarat seseorang menafsirkan al Qur'an yang tidak menguasai ilmu syaraf dan nahwu maka tafsir ayat tersebut bisa salah.

    Minangkabau tidak bisa dipisahkan dengan Sumatera Barat, akan tetapi harus bisa dibedakan diantara keduanya.

    Nagari (yang telah diakui UU NKRI) adalah Minangkabau, sedangkan Sumatera Barat berikut kabupaten serta kecamatannya adalah bagian dari pemerintah R.I. yang statusnya sama atau bahkan kurang dari propinsi-propinsi/ daerah lainnya di Indonesia ini. Adanya orang Sumatera Barat yang tidak beragama Islam tidak bisa kita cegah, akan tetapi seseorang tidak bisa disebut sebagai orang Minang bila tidak beragama Islam.

    Keterpurukan nagari berarti keterpurukan urang awak, sebaliknya kemajuan SDM dari SB, maka itulah kemajuan orang Minang.

    Kemajuan budaya-masyarakat Minangkabau tak bisa diukur dengan banyaknya berdiri hotel-hotel, mal-mal, objek- objek wisata atau menjadi metropolitannya kota Padang dan Bukittinggi di Sumatera Barat.

    Hal semacam itu adalah urusan pemda Sumbar (yang mengurus kepentingan/memfasilitasi pemerintah Republik Indonesia di daerah ini.) Untuk lebih jelas, lihat tolok ukur HDI dari UNDP.

    2. Menyangkut urusan nagari ini, ada istilah-istilah penting yang perlu mendapat perhatian dan disepakati pemahamannya seperti: ranah minangkabau, orang Minangkabau, anak-nagari, kampuang dan rantau, anak-kemenakan.

    Empat dekade kita tak lagi mengenal istilah anak-nagari atau istilah urang nan ampek jinih yang menjadi pilar eksistensi budaya Minangkabau (yaitu manusia-manusia yang menjadi subjek sekaligus objek pembangunan). Istilah anak-nagari perlu kita ingatkan kembali untuk memperkuat tanggung jawab mereka kepada tanah-airnya.

    Pengertian istilah-istilah di atas belum terpolusi oleh budaya daerah lainnya, karena nagari hanya ada di Sumatera Barat, tidak di daerah lainnya. Saya bukan tidak setuju menggunakan kata rantau. Kata rantau sudah digunakan pula oleh suku-suku lain sehingga maknanya tidak akan sama dengan pengertian rantau oleh orang Minangkabau.

    3. Strategi membangkit "harga diri" atau mambangkik batang tarandam yang digaungkan Gebu Minang tentunya bertolak belakang dengan "program kompensasi BBM" dan "raskin" yang dilakukan pemerintah RI.

    Pemerintah saat ini menjadikan rakyatnya sebagai orang-orang lemah, tak berdaya namun mampu mengamuk bila tak diberi sedekah. Apakah pemda Sumbar (daerahnya yang dihuni oleh sebagian besar orang Minang) berhak mengubah cara penyalurannya.

    Disinilah masalahnya, perlu diperjelas perbedaan antara orang Minangkabau dengan orang (manusia) Sumbar. Siapa, bermasalah apa, dan siapa yang bertanggung jawab (apakah orang Sumbar atau orang Minang, dan siapa yang disebut orang Minang itu). Catatan: Orang Minang tak akan pernah meminta bantuan kepada orang lain, selain kepada mamaknya !

    4. Kompas, 30 Nop. 2005 menuliskan saat ini ada 54.000 (lk 100 per nagari) bayi - balita yang kurang gizi, dan juga hasil UAN 2005 di Sumbar yang tidak memuaskan.

    Akan sulit melaksanakan meningkatkan mutu pendidikan di Sumbar (Tanggapan untuk topik Program Prioritas: Penyebaran Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan/ SDM Minangkabau melalui Peningkatan Mutu Guru).

    Untuk lebih jelasnya lihat di www.nagari.org/masalah.html dan palanta.phpno 71, palanta.phpno76 dan sistematika.swf).

    5. Beberapa kali surat kabar nasional memberitakan terdapat lebih dari 20.000 sarjana mencari pekerjaan di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Barat. Mereka ini penganggur intelektual yang menjadi beban masyarakat.

    Khusus untuk Perguruan Tinggi penghasil pencari kerja tersebut perlu mengevaluasi diri dengan pertanyaan kenapa hal ini tajadi. Ibarat petuah lama, apakah ada kesalahan bundo manganduang. Misalnya ketika ibu hamil kekurangan gizi, tidak menimbang badan, maka bayi yang dilahirkan berpenyakitan sampai dewasa, yang sulit untuk diobati.

    Seandainya dari jumlah ini sebanyak 5000 orang dari mereka berasal dari kampuang-nagari (sisanya, 15.000 berasal dari penduduk kota), maka akan ditemui lk. 10 orang sarjana atau urang-pandai berada di setiap nagari. Bila mereka betul-betul pandai maka pastilah berguna untuk kampuang halamannya.

    Pemecahan masalah

    1. Otonomi nagari merupakan kesempatan emas bagi urang awak di manapun dia berada untuk kembali kejatidiri (sesuai dengan petatah-petitih yang diwariskan oleh nenek-moyang mereka) di tengah-tengah carut-marutnya pergaulan antar umat manusia (termasuk negara kita saat ini). Membangun Sumatera Barat harus sesuai dengan budaya Minangkabau secara total.

    2. Setiap nagari mendata Sumber Daya Manusia (anak-nagarinya) yang berada di kampuang maupun di perantauan. SDM yang telah mendapat pendidikan S1 diajak untuk urun rembuk (baiyo-batido) dengan topik membangun nagari sesuai dengan tolok ukur HDI. Data ini diupload ke situs nagari saibernya masing-masing. Pemda agar memfasiltasi masyarakatnya untuk bangun, bukan dengan memberi sedekah konsumtif seperti kompensasi BBM/raskin (kecuali ketika terjadi bencana alam).

    3. Berdasarkan kriteria HDI ini maka tugas-kewajiban yang cocok untuk anak-nagari (dalam hal ini Gebu Minang) ialah membangun SDM yaitu bidang Pendidikan dan Gizi balita untuk perkembangan otak.

    Sedangkan untuk bidang pembangunan ekonomi-fisik atau menaikan income pendapatan masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah c.q Kecamatan, Bupati, Gubernur, Pemerintah RI. Kalau kapalo banda, titian roboh, gempa-tsunami di kampuang, maka cepat minta bantuan ke Camat, Bupati atau presiden, jangan lagi diedarkan les ke perantau di kota besar! Salurkanlah ZIS untuk anak-kemenakan yang sedang menuntut ilmu (fisabillillah) di kampuang/nagari masing-masing. Gebu Minang melaksanakan fungsinya sebagai fasilitator untuk menambah dana ZIS. Inilah cupak nan Duo yang harus dipahami.

    3. Kegiatan semacam ini membutuhkan sistem komunikasi masakini yaitu multimedia atau internet. Dengan kata lain, memahami komputer-internet serta mampu berbahasa Inggris adalah fardu ain untuk seseorang yang telah bersedia menyandang gelar sarjana masakini. Kalau dua hal tersebut tak dikuasainya, maka seyogyanya dia malu atau melepaskan saja gelar tsb. Multimedia (software dan hardware serta sekolah-sekolahnya) agar menjadi fokus pembangunan di Sumatera Barat

    4. Setiap sekolah yang berada di ranah seharusnya sudah melaksanakan gagasan mantan bupati Tanah Datar (Martunus Masriadi), One Schooll One Laboratory Computer. Hal ini sejalan dengan gagasan Nicholas Negroponte (Media Lab/MIT) pada WSIS (World Summit on Information Society/PBB di Tunisia tg. 16 - 19 Nopember 2005; catatan: salah seorang pesertanya adalah anak-nagari Tanjuang-TD dari UI) yang menggagas One Laptop per Child dengan harga 100$ atau 1 juta rupiah saja. Ada permasalahan lain yaitu penyediaan bandwidt internet yang belum memadai. Akan tetapi persoalan ini merupakan bagian dari industri perangkat keras (hardware) dimana masyarakat tidak bisa berbuat banyak . Anak-nagari bisa dan mungkin berkiprah dalam bidang pembuatan perangkat lunak multimedia langsung dari taratak, dusun, koto, nagari mereka masing-masing asalkan pemerintah-perantau memberi fasilitas serta sedikit modal. Tidak seperti industri lainnya yang selalu harus diorganisir oleh orang kota. Apabila perangkat laboratorium telah disediakan melalui dana BOS maka bantuan anak-nagari yang merantau dapat digunakan untuk gaji-honor pelatih komputer yang didatangkan dari luar sekolah (extra kurikuler).

    Dunia kini dan masa-depan dikuasai oleh penguasa multimedia.

    Nan Duo multimedia ialah: hardware dan software. Kita tak akan mampu menjadi pemain dalam bidang hardware (contoh kecilnya, tak ada toko elektronik or. Mk atau pribumi apalagi industrinya). Sebaliknya kita bisa mendidik anak-kemenakan kita menjadi programer (software) yang bisa berkiprah tanpa batas dengan modal seadanya.

    Program Open Source Indonesia seharusnya ditanggapi secara serius oleh anak-nagari Minangkabau. Pemda SB dan Perguruan Tinggi sebaiknya tanggap untuk menjadi lokomotif, dan tidak perlu menunggu kebijaksanaan pusat yang selalu berpedoman pada perimbangan keuangan/pembangunan Indonesia.

    Walaupun saat ini akses internet belum mampu mencakup nagari-nagari, namun anak-nagari bisa mengakses nagari-saibernya dari ibukota kabupaten atau dimana saja di kota lainnya. Keterikatan emosional anak-nagari kepada tanah-airnya, tanah pusaka warisan leluhurnya yang akan menjadi modal pembangunan Sumatera Barat secara umum.

    Sebagai langkah awal, penulis sejak tiga tahun yang lalu telah menampilkan sistem komukasi antar anak nagari di dalam www.nagari.org. Sayangnya tanggapan anak-nagari untuk membangun nagarinya masih kurang, meskipun sudah ada surat himbauan kepada mahasiswa, warga melalui Rektor dan Bupati dari Gubernur Sumbar tg. 15 September 2004.

    Diharapkan peranan Gebu Minang untuk menyadarkan orang awak untuk Babaliak ka nagari, kambali ka surau, ke adat nan tak lapuak dek hujan dan tak lakang dek paneh.

     

    Kesimpulan (Anak dipangku, kamanakan dibimbiang).

     

    Minangkabau (kemenakan kita)

    Sumatera Barat (anak kita)

    Produk Perg Tinggi di SB kurang berguna bagi diri dan lingknya. 20.000 orang menganggur. Hasil UAN 2005 kurang memuaskan. Bayi-balita kurang gizi.

    Pembangunan di SB menggunakan asas perimbangan/ kesamaan ipoleksosbud dengan provinsi-propinsi lainnya di Indonesia. Diutamakan di pusat/Jawa.

    Landasannya: Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah

    Landasannya: Pancasila, UUD 45, HAM, Kesetaraan jender dsb.

    Musyawarah-mufakat di antara anak-nagari (nan elok ditarimo jo mufakat, nan buruak ditulak jo etongan), tumbuah dari bumi

    Kebijaksanaan/pertimbangan dari atas, nan turun dari langit (belum tentu cocok dgn kenyataan sehari-hari)

    Prioritas pembangunan: SDM -----> ++

    Prioritas pembangunan: SDA ------> ++

    Pendidikan ------> ++

    Prasarana, ekonomi --------> ++

    Hasil yg dicita-citakan: Setiap anak- kemenakan kita menjadi urang nan sabananya urang yang mampu berkiprah di segala bidang.

    Kemajuan fisik prasarana, sarana terbaik khususnya di SB dan Indonesia umumnya. Bumi sanang padi manjadi, hewan berkembang, ternak berbiak.

    Perlu ada fokus perhatian pada lompatan besar untuk pengembangan multimedia di SB (terlampir kerangka acuan)

     

     

    PERBANDINGAN KEMAMPUAN MANUSIA DAN KOMPUTER

    Aktivitas keseharian seseorang
    Manusia
    Komputer
    1. Kecepatan
    - -
    + +
    2. Ketepatan
    - -
    + +
    3. Daya tahan ketika menghitungMudah lelahTidak lelah
    4. Kemampuan mengingatKurang akuratAkurat
    5. Melakukan tugas Kadang mengeluhTak pernah mengeluh
    6. Ketaatan mengikuti perintahTidak baikBaik
    7. Pertimbangan saat memutus (Ada pertimbangan raso)
    + +
    - -
    8. Kemampuan adaptasi (Disertai pertimbangan raso)
    + +
    - -

                 ;           Dikutip dari Pengantar Ilmu Komputer: Aji Supriyanto

    Sebagai orang Minang yang selalu memakai pedoman hidup raso jo pareso maka pemahaman sifat-sifat di atas perlu diketahui. Dari 8 jenis aktivitas keseharian yang dilakukan oleh seorang manusia dalam kehidupannya, yang ujudnya adalah merealisasikan sifat raso jo pareso, maka komputer tidak kenal nilai raso (no. 7, 8).
    Aktivitas 1 s.d. 6 sifatnya adalah pareso, atau lebih spesifik lagi adalah ketelitian ketika melakukan sesuatu tugas/pekerjaan. Penggunaan komputer di dalam kehidupan sehari-hari pada hakekatnya ialah untuk meningkatkan sifat pareso di dalam kehidupan.
    Kesimpulan: Silakan buat sendiri, kok awak iyo urang awak nan mamakai kali-kali ketika menghadapi peradaban globalisasi! Atau kok lai ado buya nan ka tampek batanyo, aa hukumnyo baraja komputer-internet itu.


    Link dengan situs-situs Dialektika, Logika dan Sistematika serta Toko Buku.
    nan AMPEK I ||   nan AMPEK II ||   The Four ||   RASO-PARESO ||   ABS-SBK ||   PITARUAH AYAH || WISRAN HADI
    Situs komunitas nagari.org mulai dibangun th. 2002, 2003 BPNK, 2005-v2, 2007-v3. All Right Reserved, Contact and Info : info@nagari.org
    This site support for MSIE 5.5+, Flash 5+, JavaScript, 800 x 600 px