sejarah
Hari ini Rabu tanggal 01 October: pada tahun 1945 Laskar Hizbullah dibentuk di Padang oleh M. Syuib Ibrahim dan 1904 Perjanjian Lissabon yang membagi pulau Timor antara Belanda dan Portugis
HALAMAN UTAMA
HUBUNGI KAMI
ENGLISH VERS.
MINANG KABAU
BUKU TAMU
BAGALANGGANG
  • Lhk Tnh Data[16-76]
  • Lhk Agam[4-73]
  • Lhk 50 Koto[9-76]
  • Pasaman[0-30]
  • Pasaman Brt[2-19]
  • Pesisir Sltn[0-36]
  • Sijunjuang[1-45]
  • Dharmasraya[0-21]
  • Solok[0-75]
  • Solok Selatan[0-13]
  • Pdg Pariaman[0-46]
  • Kt Bukit Tinggi[0-5]
  • Kt Padang[0-22]
  • Kt Pdg Panjang[0-4]
  • Kt Payakumbuh[0-7]
  • Kt Pariaman[0-9]
  • Kt Swh Lunto[0-14]
  • Kt Solok[0-1]
  • Surat Gubernur
  • PESAN ADMIN
    1. Untuk menindaklanjuti surat Gubernur kepada Rektor Perguruan Tinggi ttg. pembangunan nagari-nagari saiber, dan sesuai dengan kesepakatan masyarakat SB untuk 'Baliak ba nagari, kambali ba Surau' maka kini saatnya Generasi Muda mengambil peran

    2. Webmaster-Admin (68 th.) bersedia memberi petunjuk gratis cara pembuatan situs semacam itu kepada anak-kemenakan/mahasiswa.

    2. Praktekkan ilmu yang telah Anda pelajari di sekolah-sekolah khususnya ilmu Komputer/komunikasi

    3. Waktu bagi anak-anak muda, tak boleh dibuang percuma hanya karena 'sedang gilo maliek baruak barayun' di panggung-panggung hiburan, di televisi dan di mal-mal.

  • Calon Promotor
  • Masalah Besar I
  • Masalah Besar II
  • Malu indak dibagi
  • Asalnya Masalah
  • Agenda Kita
  • Nan Berprestasi

  • Batuka pandapek dgn urang nan didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang:

  • Gubernur SB: Waktu dalam konfirmasi !

  • L.K.A.A.M - S.B
    Minggu pertama, malam pk. 20.00 - 22.00 setiap bulan atau konfirmasi ke: 0812 661 6986

  • Ketua DPRD Sumbar: Waktu dlm konfirmasi !
  • Bakirim email unt. Mamak:
  • di LKAAM
  • di DPRD
  • di DPD

  • GURITIAK dari PALANTA MAK SATI
  • PRRI di nagari Tabek Sw. Tangah - 6606
  • Para pemuda Talang dilepas menuju front Juang - 57620
  • Tugu untuk mengingat PRRI di nagari Muaro Paneh - 244993
  • 17 orang pemuda Sitalang berangkat ke Silapiang menjadi pejuang PRRI - 446707
  • Nagari sebagai Unit Kesatuan Keamanan dan Pertahanan - 368573
  • Nagari sebagai Unit Kesatuan Ekonomi - 357347
  • P.R.R.I di nagari Rao Rao: Pendidikan di saat perang - 445860
  • PRRI dalam Pergolakan Daerah th. 1950-an - 362585
  • PDRI , PRRI dan Sjafruddin Prawiranegara - 430738
  • PRRI di nagari Tanjuang Sungayang - 460482
    Lihat Judul-judul Guritiak lainnya
  • Sabai & Mangkutak & JilaAtang di jaman Digital (Wisran Hadi)
  • Orang Minang
  • Paham di nan Duo
  • Cupak nan Duo
  • Alexander the Great
  • Takana jo kawan!
  • Penyumbang situs
  • Toko Buku UNP
  • PERLU
    KISAH PRIBADI
    Telah dibaca oleh: 377325 orang.

    PRRI di nagari Paninggahan

    Dikarang oleh : Hera Hastuti HM

    Editor: Dr. Mestika Zed, Abraham Ilyas

    Pembuka Kata

    Kita berucap kalimah Subhanallah
    Tuhan pencipta wajib disembah
    Mohon izin hendak berkisah
    Nagari Paninggahan dalam sejarah

    Bukan bermaksud untuk promosi
    Tapi keikhlasan dalam berbagi
    Biar ilmu lebih berarti
    Untuk generasi penerus nanti

    Ketika perang berdarah darah
    Nagari Paninggahan terlibat susah
    Belum diceritakan dalam sejarah
    Orang tak bisa mengambil hikmah

    Cerita kejadiaan saat PRRI
    Susah dan senang yang dialami
    Oleh penduduk anak nagari
    Kalau keliru minta koreksi

    Tidak seperti tokoh politik
    Yang selalu menjadi topik
    Peristiwa di kampung jarang dilirik
    Karena dianggap kurang menarik

    Supaya ilmuwan dianggap adil
    Besar dan kecil agar diambil
    Peranan militer maupun sipil
    Agar ditulis secara detil

    Ranah Minang negeri yang indah
    Penduduknya dikenal sangat ramah
    Adat dan syarak bersendi kitabbullah
    Yakin percaya Muhammad rasullullah

    Paninggahan nagari yang rancak
    Di tepi danau bernama Singkarak
    Airnya jernih, selalu beriak
    Lubuknya ikan beranak pinak

    Sejak dahulu di dalam catatan
    Pada arsip jaman penjajahan
    Junjung Sirih nama kewedanaan
    Dimasukkan pula nagari Paninggahan

    Dari Padang hendak ke Paninggahan
    Bisa ditempuh melalui hutan
    Jalan setapak orang katakan
    Menembus rimba Bukit Barisan

    Sarana jalan ketika bergolak
    Melalui hutan jalan setapak
    Tempat bermain Beruk dan Cigak
    Jalannya kecil ditumbuhi semak

    Kini transportasi telah lancar
    Kenderaan umum dapat dibayar
    Memakai bis ukuran besar
    Menuju Paninggahan tak lagi sukar

    Sarana perhubungan peninggalan Belanda
    Jalan raya melalui kota
    Melewati Solok dan Saningbaka
    Naik mobil tiga jam saja

    Sawahnya luas berlupak lupak
    Banyak peliharaan binatang ternak
    Satwa dilindungi berkembang biak
    Danaunya jernih, ikannya jinak

    Rimba larangan haram dibakar
    Hutan lebat berpohon besar
    Rotan melilit lingkar melingkar
    Diselingi durian pohon Damar

    Nagari terbagi enam jorong
    Penduduknya senang bergotong royong
    Dapat kesusahan tolong menolong
    Tiada tetangga berlaku sombong

    Daerah jorong bernama Gando
    Di tepi kampung setengah kilo
    Ada telaga zaman kuno
    Tempat remaja berfoto foto

    Bujang dan gadis bila tak waspada
    Di situ timbul malapetaka
    kalau hanya jadi penggembira
    Hidup diatur oleh selera

    Permulaan Kisah

    Ketika negara tak sesuai cita cita
    Pecahlah kongsi Soekarno Hatta
    Jakarta banyak ditimbun harta
    Rakyat daerah sangat menderita

    17 April lima delapan
    Kota Padang selesai ditaklukkan
    Hanya sedikit ada perlawanan
    Tiada perang seperti dikirakan

    Padang direbut diikuti Bukittinggi
    PRRI mundur ke semua nagari
    Penduduk menerima sangat simpati
    Disediakan rumah tempat mengungsi

    Nagari Paninggahan termasuk pilihan
    Lokasi strategis tempat bertahan
    Banyak kisah perlu dikisahkan
    Hikmah pedoman anak kemenakan


    Di Paninggahan bermarkas pasukan
    Dibawah pimpinan Sjarif Usman
    Veteran perang zaman kemerdekaan
    Dia ditunjuk sebagai komandan

    Menjadi tentara tidak digaji
    Hanya niat hendak berbakti
    Kepada ranah ibu pertiwi
    Rakyat mendukung sepenuh hati

    Setelah Solok dikuasai APRI
    Pusat bersiap untuk operasi
    Pos dibuat di pasar Sumani
    PRRI berjaga di jorong Lasi

    Untuk menuju rimba raya
    Dari Sulik Aie melewati Saniangbaka
    Simpang Tiga harus dijaga
    Agar pejuang tidak leluasa

    Rimba raya terus ke Padang
    Jalan pintas di kala perang
    Kini telah dilupakan orang
    Karena tidak dilalui pedagang

    Pertempuran pertama yang terjadi
    Masih diingat sampai kini
    Antara Pusat dengan PRRI
    Serdadu muncul dari Sumani

    19-60 pertengahan tahun
    APRI menyusun sebuah kekuatan
    Untuk menyerang nagari Paninggahan
    Pertempuran sengit tidak terelakkan

    Di Lawang jorong Subarang
    Jalan sepi suasana lengang
    Saat subuh berangsur terang
    Terjadi pertempuran yang agak seimbang

    Tentara Pusat muncul dari Saningbaka
    Bersenjata lengkap bertopi baja
    Berjawah tegang selalu curiga
    Berpakaian loreng bewarna warna

    Naik truk dan berjalan kaki
    Jumlah banyak dua kompi
    Mortir ditembakkan berkali kali
    Bom meletus keras sekali

    Malang tak bisa ditolak
    Mujur tidak mungkin sekehendak
    Kamandan kompi mati tertembak
    Prajurit marah berteriak teriak

    Kita harus menuntut balas
    Pemimpin pasukan telah tewas
    Kematian ini tidak pantas
    Musuh perlu wajib dilibas

    Untuk membalas rasa dendam
    APRI beroperasi diam diam
    Masuk hutan ketika malam
    Lalu mengintai berjam jam

    Bagi pejuang di rimba hutan
    Lakasi persembunyian terasa aman
    Sifat waspada sering dilupakan
    Di situ terjadi celaka badan

    Sersan Yance bernasib malang
    Pemuda Ambon yang rajin sembahyang
    Menerima takdir bernasib malang
    Ditembak Apri dari belakang

    Sudah kehendak Yang di Atas
    Yance tertembak langsung tewas
    Ada jasanya yang sangat jelas
    Perlu dihargai secara pantas

    Perlu dihargai diberi acungan
    Yance berpikir masalah kelangsungan
    Bidang pendidikan jadi usungan
    Dia merintis Sekolah Penampungan

    Bidang Pendidikan selama PRRI

    Walau perang sedang berlangsung
    Bidang pendidikan tetap dianjung
    Ada SMP, SMA Penampung
    Letak lokasi di tengah kampung

    Sekolah terletak di jorong Subarang
    Banyak gurunya pengungsi pendatang
    Tiada digaji menerima uang
    Mereka termasuk kelompok pejuang

    Ada yang aneh pernah terjadi
    Madrasah Paninggahan dibakar APRI
    OPR mencegah dinyalakan api
    Baiknya madrasah ditarik tali

    Dalam buku banyak ditulis
    Cita cita kaum Komunis
    Semua penduduk disuruh Ateis
    Sekolah agama dibuang habis

    Tentara membentak dengan angkuh
    Ustadz dan guru diusir menjauh
    Mereka takut, semuanya patuh
    Tiada yang protes atau mengeluh

    Menurut info berbagai sumber
    saat Komunis melibatkan militer
    Letkol. Untung dijadikan kader
    Sifatnya rahasia, tak boleh pamer

    Dengan tali buatan pabrik
    Tiang madrasah ketika ditarik
    Terdengar bunyi berderik derik
    Bangunan miring tampak menarik

    OPR berpikir menggunakan nalar
    Kalau madrasah sampai terbakar
    Semuanya hangus termasuk tikar
    Tiada tersisa walau selembar

    Mereka berharap sungguh sungguh
    Agar madrasah segera rubuh
    Kayunya dirampas dibawa jauh
    Sebagai jarahan harta musuh

    Kalau madrasah rubuh berantakan
    OPR berharap merampas papan
    Niat yang buruk tidak kesampaian
    Bangunan tak rubuh tetap bertahan

    Kini sekolah tampak miring
    Bangunannya condong ke arah samping
    Masih utuh atap dan dinding
    Bukti sejarah yang sangat penting

    Korban berjatuhan di sekitar danau nan indah

    Try Sutrisno kalau diceritakan
    Di zaman Orba punya jabatan
    Pernah ditugasi oleh komandan
    Di nagari Kacang, seberang Paninggahan

    Di nagari Kacang dekat Tikalak
    Try dianggap sebagai anak
    Karena dia berlaku bijak
    Kalau bicara terasa enak

    Dari Kacang terlihat jelas
    Nagari Paninggahan terhampar luas
    Memiliki rimba tiada batas
    Tempat satwa berkembang bebas

    Dengan teropong alat bantuan
    Gerak gerik orang Paninggahan
    Dari Ombilin juga kelihatan
    Peluru mortir banyak ditembakkan

    Ketika serdadu takut datang
    Mereka enggan pergi menyerang
    Mortir ditembakkan dari seberang
    Di atas danau peluru melayang


    Pemilik foto: Nofrins

    Di tepi danau yang sangat indah
    Kekejaman OPR dicatat sejarah
    Perbuatan sadis berdarah darah
    Mengikuti Setan Iblis bedebah

    Kekejaman OPR sangat terlalu
    Bisa dibaca catatan di buku
    Agar tiada pembaca yang ragu
    Penulis kutip paragraf yang perlu

    "....Setelah Datuk Aceh ditangkap, Dia dipaksa dan disiksa hingga akhirnya dibunuh secara keji.
    Masih segar dalam ingatan saya, Datuk Aceh dipaksa minum Cendol.
    Setelah menolak, kemudian kumisnya dicabut secara kasar.
    Dengan mulut berlumuran darah dan tangan terikat.
    OPR serta pasukan Diponegoro tersebut menembak kepala Datuk Aceh hingga berserakan benaknya.

    Ketakutan makin bertambah ketika ada 3 orang yang dibunuh oleh OPR Ombilin.
    Mereka ditembak dan lehernya dipotong.

    Kepala tanpa badan tersebut digantung di pos OPR dengan mulut berisi rokok.
    Saya yang saat itu masih kelas 2 SMP, takut melihatnya, sehingga bayangan kepala tergantung itu terus menghantui tidur saya.
    (Dikutip dari buku: Perempuan Berselimut Konflik, Reni Nuryanti, halaman 105).

    Kontak senjata memakan korban
    Dua pelajar putera Paninggahan
    Sudah takdir ketetapan Tuhan
    Keduanya tewas dalam pertempuran

    Samsani dan Maniar langsung tewas
    Mereka pergi meninggalkan bekas
    Semangat berkorban penuh ikhlas
    Semoga Allah memberi balas

    Si Mangguang orang tak waras
    Saat bicara tidak awas
    Terkadang ucapan kurang pantas
    Dianggap pejuang melampaui batas

    Karena sengaja berolok olok
    Sambil mengisap sebatang rokok
    Ada ucapan yang tidak cocok
    "PRRI penakut, senangnya ijok"

    Mangguang dijemput lalu diinterogasi
    Dia bertanya kesalahan Diri
    Pemeriksa marah timbul emosi
    Emosi pindah ke ujung jari

    Tidak dimandikan, tidak disolatkan
    Mangguang mati segera dikuburkan
    Begitulah keadaan saat peperangan
    Semua orang ditimpa penderitaan

    Penderitaan besar ataupun kecil
    Untuk dihindari rasanya mustahil
    Meskipun rakyat warga sipil
    Nyawa dikuasai pemilik bedil

    Akhir Kisah

    Di awal 19 enam satu
    Nagari Saniangbaka terjadi ricuh
    Gerilyawan berniat mengejar musuh
    Hewan ditarik melenguh lenguh

    Banyak nagari telah diduduki
    Oleh Pusat tentara APRI
    Muncul masalah bagi PRRI
    Bahan makanan susah didapati

    Adalah Organisasi Perlawanan Rakyat
    Kaki tangan tentara Pusat
    Siap diperintah setiap saat
    Mengejar pejuang ke semua tempat

    Ketika menduduki nagari Paninggahan
    APRI bertugas tidak sendirian
    Serdadu menciptakan tenaga bantuan
    Dibuat OPR sebagai kakitangan

    Saat melakukan taktik militer
    Angku Suwari seorang kader
    Oleh APRI dijadikan OPR
    Terkadang diajak menaiki panser

    Dua partai saling membenci
    PKI berlawanan dengan Masyumi
    Komunis berniat mengkudeta negeri
    Masyumi berpihak kepada PRRI

    PKI menumpang ambil kesempatan
    OPR dijadikan batu loncatan
    Kader disuruh ikut latihan
    Untuk menembak musuh saingan

    Bulan Februari enam satu
    Tiga tahun telah berlalu
    Sejak perang pakai peluru
    Ada pemimpin mulai ragu

    Perjuangan bersenjata tak akan berhasil
    Pendukung PRRI bertambah kecil
    Untuk menang rasanya mustahil
    Kebijaksanaan baru perlu diambil

    Presiden umumkan sebuah kewajiban
    Indonesia masih punya beban
    Irian Barat perlu dibebaskan
    Dengan berunding atau kekerasan

    Tugas utama yang lebih patut
    Irian Barat perlu direbut
    Bekas PRRI boleh ikut
    Begitu janji dia sebut

    Kalau mencermati kejadiaan fakta
    Banyak pejuang bekas Permesta
    Mereka direkrut jadi tentara
    Mantan PRRI pilih berbeda

    Pasar Paninggahan ramainya Kemis
    Banyak dagangan berjenis jenis
    Barang kesukaan bujang dan gadis
    Kini dipromosikan para selebritis


    Link dengan situs-situs Dialektika, Logika dan Sistematika serta Toko Buku.
    nan AMPEK I ||   anggt. DPR-DPRD ||   Syair Berhaji ||   RASO-PARESO ||   Kisah PRRI ||   PITARUAH AYAH || WISRAN HADI
    Situs komunitas nagari.org mulai dibangun th. 2002, 2003 BPNK, 2005-v2, 2007-v3. All Right Reserved, Contact and Info : info@nagari.or.id
    This site support for MSIE 5.5+, Flash 5+, JavaScript, 800 x 600 px